KOLOM KISAH



Khans,
Butuh berjuta kali sepi kuseberangi
hingga aku menemui muara senyummu.
Butuh berjuta kali perih kuselami

hingga aku menemui teluk lirikmu.

Di dasar palung, detik bersemayam
menyimpan daya impulsif di sekujur waktu;
bersiap tumpah lalu meruah,
membanjiri renik-renik cinta yang menolak diam:
memungut diri, merangkai menit demi menit.

Khans, 
kutawarkan padamu kesederhanaan
bukan sebab aku menolak mapan.

Kutawarkan padamu keluguan
bukan sebab aku menolak zaman.

Pada tiap ruas jemari tangan dan kakimu, 
kupatri niat segenap hati
meninggalkan jejak lampau,
merajut lembar hari kelak.

Khans, 
Sajak ini tanpa rias nama-nama
tujuan para muda kasmaran memesona mata.
Sebab, kurasa kasih yang bermula dari dusta
akan berakhir di liang kisah liku celaka.

Pada sungai waktu, kutebar benih bunga.
Hiasan bagi detik dan menit yang 
mencari tahu:
bahwa kolom kisah adalah kasih
antara aku dan kau.



Sumber Arta, 15 Desember 2018

Komentar

  1. Duhai Khans, adakah bukan Siti Nurbaya!

    BalasHapus
  2. Amboy...
    Dari cembung betis hingga lengkung alis mata, jika dipandang betul, antara Khans dan Siti Nurbaya, tak pelak lagi serupa Dara Jingga dan Dara Petak dalam legenda Malayu.

    BalasHapus

Posting Komentar