HASUTAN MEJA MAKAN


Berangkatlah ia bersama mata pancing,
menuju hilir yang menebar janji.
Ingin mendengar gemeletuk tulang di meja makan.
Bisiknya: "tanpa tunjang, tulang harus tetap pulang."

Diulurnya nafas lima meter, melampaui
meja makan setelah peluh dibaringkan.
Menyilau cucu yang lagi cakap
lincah mengoyak alam dalam imajinya.

Benarlah ia bersama tongkat pancing.
Menyeret bekal yang tidak dipikul
sembarang makhluk tanpa cukup
jampi meniup udara setelah mereguk nyawa.

Asal pagi masih ditandai malam
tak dipanggilpun ia tetap bergegas.
Setelah mendusin, langkahnya
akan melaju walau menarung batang melintang.


Bojong Jaya, 24 September 2018

Komentar